Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Tuesday, December 30, 2008

1955 Moto Guzzi V8,… one of the greatest motorcyclez …!!!



Yup… motor lansiran Moto Guzzi di tahun 1955 ini memang termasuk … kedalam jajaran top ten the greatest motorcyclez … !!! Di tanya kenapa… ??? Yaagh… karena pada zamannya sudah menggunakan engine V8.. !!! Berapa top speed yang bisa diraih… ??? Jangan heran.. jika top speed yang bisa diraih Moto Guzzi V8 ini.. sebesar 286 km/h… !!!




Engine nya mempunyai kapasitas 499cc, 4 stroke, 8 cylinder, DOHC, dan liquid cooled…!!! Power yang dihasilkan mencapai 78HP pada 12000RPM… !!! Whaat… ??? 12000 RPM … ??? Yup… engine nya bisa digeber sampai 12000 RPM… dan tahun segitu… udaagh top banget daaagh… !!! Engine nya .. yang ngerancang Dr. Giulio Carcano … dan kehadiran Moto Guzzi V8 ini.. bikin ketar-ketir motor pada zamannya… seperti Gilera, MV Agusta etc… !!!




Carburator Dell’orto 20mm… dipesan khusus untuk engine V8 ini… !!! Pengembangan motor ini memang banyak masalah … !!! Tahun 1954, sewaktu ditest oleh Aussi Rider, Ken Kavanagh, crankshaft nya trouble… !!! Tahun 1956, sewaktu race juga ada masalah pada bearing.. !!! Bikez ini walaupun enginenya canggih… dan the fastest pada zamannya… hanya dilengkapi oleh rem drum … baik depan maupun belakang… !!!




Jadi secanggih apapun motornya… jika hanya pakai drum brake… akan sulit dikendarai… !!! Lha motor bebek sekarang aza.. udah pake disc brake… !!! Saking sulitnya dikendarai… sudah silih berganti rider yang cidera… !!! Baik Bill Lomas, Dickie Dale, Keith Campbell, Colnago.. semuanya pernah cidera yang cukup serius…  saat mengendarai motor ini… !!! Terutama sewaktu ngelibas tikungan… motor ini agak sulit dikendalikan… terlebih saat digeber 240 km/h… !!! Tahun 1957, setelah Monza race… nggak ada rider yang sanggup mengendarai motor ini… !!! Sejak saat itu… pengembangan Moto Guzzi V8… selesai alias tinggal menjadi sejarah… !!!

Appendix :


- Movie Clips Moto Guzzi V8


Friday, December 26, 2008

Mobil VOLVO di masa depan akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan






Pernahkah anda melihat tempat rongsokan mobil? Pernahkan anda membayangkan betapa banyaknya sampah dari rongsokan mobil tersebut yang tidak bisa didaur ulang?

Inilah yang coba diatasi oleh VOLVO dimana mereka telah melakukan komitmen untuk membuat mobil model terbaru mereka semuanya Ramah Lingkungan (Eco friendly).

Pihak VOLVO telah menegaskan bahwa mobil mereka nantinya 85% menggunakan bahan yang bisa didaur ulang (recyclable) dan 95% material yang digunakan dapat diperbaharui/ diperbaiki (recoverable) sehingga hanya sedikit material atau bahan yang ada terbuang percuma.

Mercedes McLaren SLR Stirling Moss: punya uang? bukan berarti anda bisa membeli mobil yang satu ini




Mercedes McLaren SLR Stirling Moss adalah mobil sport terbaru (speedster) keluaran Mercedes yang bekerja sama dengan McLaren.
Disain mobil ini diilhami oleh jenis Mercedes 300 SLR yang dikendarai oleh seorang pembalap legendaris bernama Stirling Moss.
Jangan pernah membayangkan bahwa anda bisa mengendarai mobil ini di waktu hujan karena mobil ini sama sekali tidak ada atap (roof) maupun kaca depan (windscreen).





Untuk spesifikasi, Mercedes McLaren SLR Stirling Moss menggunakan mesin V8 atau sama dengan tipe SLR sebelumnya, menggunakan rangka dari carbon-fiber yang ringan, carbon-ceramic disc brake dan lainnya.
Untuk masalah kecepatan, Mercedes McLaren SLR Stirling Moss dapat menempuh 0-100km/ jam dalam waktu 3,5 detik sedangkan kecepatan maksimum bisa mencapai 349 km per jam.



Tapi ada berita buruk nih, walaupun anda punya uang 1 juta Dollar lebih (harga mobil tersebut) di tabungan, tetap saja anda tidak bisa membeli mobil ini yang hanya diproduksi sebanyak 75 unit saja karena syarat utama untuk membeli ini bukanlah uang melainkan anda sudah harus punya dulu tipe SLR sebelumnya.


Wednesday, September 24, 2008

Pulsar Menggebrak Pasar Motor Indonesia

Produsen otomotif asal India PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) meluncurkan kembali produk anyar Pulsar 200 cc DTS-i. Produk ini menjadi satu dari tiga produk baru Bajaj yang akan diluncurkan tahun ini.


CEO BAI KS Grihapathy mengatakan, peluncuran Pulsar 200 cc DTS-i dilakukan seiring dengan keberhasilan Bajaj menggebrak pasar otomotif Indonesia, untuk segmen sport motor cycle (SMC) sejak akhir 2006 lalu. Saat itu, perusahaan mengeluarkan produk Pulsar 180 DTS-i dan menghasilkan total penjualan sebesar 10.000 unit hingga akhir 2007.

"Pengguna sepeda motor Indonesia telah menerima Pulsar 180 cc dengan sangat baik sehingga tercapai penjualan 800 unit per bulan. Tentunya peluncuran Pulsar 200 cc DTS-i ini akan memperkuat pangsa pasar kami di segmen SMC yang sedang berkembang," kata Grihapathy, ketika meresmikan peluncuran Pulsar 200 cc DTS-i, di Jakarta, Senin (21/1).

Dia menjelaskan, perusahaan fokus untuk membangun citra produk Bajaj sejak dua tahun yang lalu ketika Bajaj 180 DTS-i dilepas di pasar otomotif Indonesia.

Selain itu, ujar Grihapathy, perusahaan juga melakukan perluasan usaha dengan membangun 40 unit showroom baru yang tersebar di 23 kota di Jawa, Bali dan Sumatera.

Manajer Marketing BAI Apong Arfiansyah menambahkan tahun ini perusahaan menargetkan ekspansi sebanyak 60 unit showroom baru, untuk melengkapi 40 showroom yang sudah ada.

"Produk Bajaj 200 ini adalah satu dari tiga produk baru yang akan kita luncurkan tahun ini. ," papar Apong.

Dia mengatakan, optimisme ekspansi tersebut turut dipicu oleh perkembangan pasar SMC di Indonesia yang terus tumbuh, melebihi pertumbuhan total industri untuk segmen motor roda dua. Pada 2007, kata dia, pasar SMC nasional tumbuh 18%, setelah sempat terjerembab pada 2006 dengan pertumbuhan yang minus 15%.

"Itu akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2005 lalu. Namun, SMC kembali bangkit pada 2007 lalu dengan volume penjualan mencapai 379.000 unit," ucap Apong.

Dari jumlah tersebut, kata Apong, Bajaj menguasai 3% pangsa pasar SMC di dalam negeri. Apalagi, Pulsar diyakini telah menimbulkan gairah para produsen otomotif nasional untuk berkompetisi dalam segemen SMC yang mengedepankan gaya untuk menarik konsumen.

"Untuk Pulsar 200 yang termasuk jenis rangkaian utuh (completely build up/CBU) yang diimpor langsung dari India, kita ngga ada target. Kita hanya berusaha lebih baik lagi untuk penjualan tahun ini,"
Sumber:http://www.media-indonesia.com

Thursday, November 22, 2007

Trennya Dipengaruhi Gaya Hidup
Modifikasi Otomotif Kian Marak

KERAN impor yang dibuka lebar untuk mendatangkan mobil-mobil CBU (Completly Built Up), menjadikan para importir umum (IU) semakin berlomba untuk mendatangkan berbagai model dan varian dari berbagai merek. Usia importir umum yang baru seumur jagung ternyata sanggup membuat ATPM (agen tunggal pemegang merek) seperti terimbangi atau bahkan tertinggal.

Tidak hanya menjual atau mendistribusikan langsung unit mobil kepada para konsumen, beberapa langkah strategis pun ditempuh para IU itu. Seperti yang dilakukan Ivan's Motor, yakni dengan menggelar beberapa even kontes dan eksibisi untuk lebih menarik para konsumen agar mengenal, menyenangi dan pada akhirnya timbul keinginan untuk memiliki mobil-mobil impor dengan performa yang lain.

Ajang kontes dan eksibisi itu biasanya bernuansa khas dengan menampilkan mobil-mobil, terutama jenis sedan impor yang telah memperoleh sentuhan modifikasi, mulai dari penampilan bodi luar hingga yang bersifat additional seperti sistem audio dengan berbagai variasi.

Even seperti "Ivan's Motor Automodified" yang digelar pekan silam oleh HNR Promosindo dan Ivan's Motor di Gedung Landmark, Bandung, juga memperlihatkan bagaimana antusiasme peserta dan pengunjung yang menyenangi dunia modifikasi dengan segala bentuk ekspresinya.

" Kami bergerak di bidang impor khusus mobil CBU, 85 persen adalah mobil Jepang non ATPM. Selebihnya adalah mobil built up dari Eropa, terutama BMW dan Mercedes-Benz, " jelas Ferdy Santoso, seorang Manager Marketing Ivan's Motor, yang memiliki 4 showroom , di Jakarta.

Ada beberapa kepentingan, mengapa pihaknya menyelenggarakan pameran dan kontes kendaraan modifikasi, seperti yang digelar di Bandung kemarin. Di antaranya yaitu, bersama even organizer ingin memajukan dunia modifikasi mobil di tanah air, memberikan ruang dan kesempatan kepada para pemilik kendaraan dan pemodifikasi untuk mengekspresikan konsep yang telah dirancangnya.

Tentu saja tren yang tengah berkembang seperti ini, secara langsung akan berdampak pada makin maraknya rumah-rumah modifikasi yang tumbuh subur di kota-kota besar. Di Bandung, tercatat belasan rumah modifikasi semi industri yang berafiliasi pada gaya ubahan yang menekankan pada audio dan bodi. Mereka bisa hidup dengan bergairah dan cukup dinamis.

Hasil modifikasi yang digelar pada "Ivan's Motor Automodified" menampung beraneka ragam aliran modifikasi. Gaya tersebut mulai berkembang di Jakarta dan Bandung pada awal 90-an. Biasanya mengadopsi gaya dandanan dari Amerika atau yang bisa lebih diadaptasi adalah style Australia.

Beberapa pentolan HNR yang sempat menuntut ilmu di negeri Kanguru serta membentuk komunitas dengan sesama pelajar di Sydney bernama [cabin], banyak melahirkan karya modifikasi yang disandangkan pada mobil bermerek terkenal, seperti Porsche Boxter, Mercedes-Benz CLK, Mazda RX7, Peugeot 406 Coupe, Toyota Celica.

Berawal dari itu, beberapa pameran bertajuk ”Hot Import Nights” atau Ivan's Motor Automodified digelar pula di tanah air. Seperti tahun 2001, sebanyak 12.000 pengunjung hadir di ajang sebuah pameran yang digelar HNR di Jakarta dan tercatat 76 mobil hasil modifikasi ikut serta.

Para pemodifikasi dapat berkompetisi sesuai dengan selera dan gaya yang diusungnya. Semua bentuk piala dan penghargaan didisain se-spesifik mungkin untuk mewakili variable modifikasi yang dipertandingkan. Seperti untuk penncinta modifikasi mesin (Top Judged Engine Bay, 2Fast 2Furious atau The Six Shooter), pencinta rally (best rally look, all road Quattro), SUV (Best SUV dan Best Jeep), penggila mobil ceper atau ground clearance (Too Damn Low, Road Scrapper).

Gelaran di Bandung pekan kemarin (8-9/5), merupakan even ke-9 dari rangkaian road show yang digelar HNR. Dari even ini, diharapkan mampu mewadahi seluruh aspirasi pelaku dan penikmat modifikasi atau mungkin malah jadi barometer serta sebagai acuan bagi siapapun penyelenggara even sejenis.

Lebih luas lagi, acara seperti ini bisa dijadikan wadah untuk lebih mendekatkan para produsen kepada para pemodifikasi dan pencinta otomotif umumnya, sekaligus memberikan informasi berikut kemajuan teknologi modifikasi mutakhir yang mengedepankan kreativitas.

IECC 2004

Kegiatan serupa berlangsung pula di Hall A IPTN yang memakai tajuk Indonesia Extreme Car Contest (IECC) 2004.

Ian. A. Manuhutu, project manager dari startainment yang menjadi penyelenggara kegiatan IECC itu mengatakan, IECC bukan ajang hura-hura yang menjadi tempat pameran kendaraan belaka, namun lebih dari itu adalah kontes.

"Kegiatan kami akan berlangsung di 8 kota Indonesia. Untuk ini Bandung adalah tempat pertama,' katanya.

Ditambahkannya, Bandung meminta duluan sebagai tempat penyelenggaraan. Setelah itu akan digelar di Medan, Balikpapan, Bali, Semarang, Surabaya, Makassar, dan terakhir grand final di Jakarta.

Tujuan dari kontes ini menggali kreatifitas dan mempertandingkannya dalam satu kontes. Sehingga para modifikator ataupun bengkel modifikasi dapat mengukur kepiawaian mereka dalam mendandani kendaraan. IECC menjadi wadah edukatif bagi modifikator untuk mengekspresikan idenya dalam wujud satu kendaraan yang harmonis.

Animo masyarakat Kota Bandung diakui Ian sangat besar, karena acara yang bertema garage party atau pesta garasi ini semula ditargetkan untuk meraih 40 peserta saja. Namun dalam pelaksanaannya jumlah pendaftar meningkat menjadi 76 kendaraan. Dari jumlah itu 4 kendaraan diantaranya didiskualifikasi karena mereka datang ke pameran tidak sesuai ketentuan.

Adapun katagori yang dipertandingkan ada 62 jenis dan terbagi dalam kontes kendaraan dan audio. Dari mobil yang hadir pada IECC tampak tidak ada pembatasan peserta, semua tipe kendaraan boleh mendaftar menjadi kontestan. Mulai dari mobil klasik tahun 1960-an bikinan Amerika Serikat seperti Chevrolet GMC pick up sampai dengan mobil modern CBU Toyota Wish tampak hadir. Mereka semua berlomba pada katagorinya masing-masing.

Peserta yang diakui dalam kontes IECC membuat mereka tambah semangat dalam mengembangkan keahlian modifikasi. "Kontes ini baik untuk menggali kemampuan modifikator," ujar Iskandar Effendi, dari Wahana Auto Care yang membawa BMW merah E-36. Karenanya ia pun tidak segan untuk terus menggali kemampuannya lewat internet, majalah otomotif ataupun dengan pergi langsung ke luar negeri. Karena itu tren modifikasi setiap tahunnya tidak sama.

Menurut Ian, para modifikator Indonesia kini semakin berkelas dan pintar dalam mengadopsi teknologi. Bila dahulu mereka hanya berkutat pada kaki-kaki saja, kini sudah mengarah pada gaya yang kosmopolitan. Kemudian mereka pada setiap kontes sudah dapat memilih katagorinya sendiri, tidak semuanya dipilih, sehingga modifikasi mobil pun jadi lebih fokus.

Soal tren sekarang, diakui Iskandar, anak muda lebih menyukai model mobil yang memakai wide body ataupun cutting stiker. "Kini disukai tampilannya," katanya.

Kontes IECC 2004 menguji para modifikator dalam sebelas aspek yaitu aksesori eksterior, body kit, ubahan struktur bodi, ubahan lapisan cat, pelek dan ban, suspensi serta komponen under body, aksesori interior, ubahan struktur interior, aksesori mesin, ubahan struktur mesin , dan ubahan kosmetik audio.

Modifikator yang menjadi King adalah yang berhasil membangun kendaraannya secara harmonis, berjalan dengan baik dan semua peralatan dan aksesoris sesuai dengan fungsinya. Untuk merangsang keikut sertaan peserta pemula, maka kriteria untuk mereka tidak sebanyak peserta yang sudah profesional. Kelas pemula hanya memakai 4 variabel yang dirubah dari 11 variabel.

Mereka yang memenangkan kontes di IECC Bandung diantaranya untuk Hottest Asian Car dimenangkan Merviana dengan Toyota Celica warna pink dan putih. Kemudian Hottest European Car diraih Iskandar dengan BMW E-36 dan Hottest American Car untuk Chevrolet GMC pick up diraih Danny. Adapun kendaraan terbaik dalam penampilan yaitu Best Show Award Regional Extreme State Queen diraih Merviana dengan Toyota Celica. (dih/ovi)***